Mujix

Adalah Seorang

Mujix

Komikus | Illustrator | Introver | Sedang Mencarimu | Mau baca komik? Cek postingan website ini!

  • Karang,RT/RW: 16/IV, Pentur, Simo, Boyolali, Jawa Tengah, 57377
  • mujix@rocketmail.com
  • www.mujixmujix.com
Me

Mujix bisa melakukan apa saja?

Mujix bisa membuat komik, illustrasi, storyboard, naskah, dan hal-hal yang berkaitan dengan menggambar. Semua karya Mujix bisa anda lihat di website ini! Stalking sana gih!

Komik 90%
Illustrasi 70%
Storyboard 95%
Membahagiakan kamu 60%

Komik

Berbagai komik yang sudah dibuat Mujix. Klik tab ini untuk mengetahui karya-karya yang sudah tercipta dalam kurun beberapa masa.

Illustrasi

Kumpulan berbagai gambar yang sudah dibuat Mujix. Klik tab ini untuk melihat beragam rupa yang sudah terekam oleh mata dan rasa.

Catatan

Rangkuman pemahaman dan pemikiran Mas Mujix dapat dibaca di tab ini. Semua tulisan tersebut tercipta dari berbagai pengalaman personal.

Tutorial

Berbagai tips dan trick dalam menggambar dan membuat komik bisa dibaca di tab ini. Ambil ilmu yang dirasa perlu dan buat karya terhebatmu!

Testimoni

Pesan, kesan, dan ungkapan perasaan para pembaca, klien serta teman dalam merespon karya yang dibuat Mujix bisa dibaca di tab ini. Kalian juga boleh memberi saran dan kritik lho!

Apa lagi?

Jika anda membutuhkan sesuatu yang berkaitan dengan komik, illustrasi, storyboard, atau hanya sekedar curhat dan saling bertegur sapa, silahkan hubungi Mujix di berbagai kontak di website ini! Tunggu apa lagi!

0
Lebih Halaman Komik Yang Sudah Digambar
0
lebih Buku Komik telah di cetak baik secara mandiri maupun melalui berbagai penerbit
0
lebih menyukai Komik Si Amed
0
lebih ide di dalam pikiran menunggu untuk diwujudkan!
  • Comic: 10 Jurus Hidup Di Kampus









    Ingin terhubung, berkenalan, atau sekedar bertukar cerita dengan pembuat komik Old Friend?
    Silahkan kontak dia di:

    Twitter: @mujixmujix
    Instagram: @mujixmujix
    Facebook: Mujiyono Sutarno

    Sampai jumpa di komik berikutnya.

    Mujix
    Simo, 10 Mei 2019

  • Review: Merpati & Awan



    ‘Merpati & Awan’ adalah komik daring yang dibuat oleh Widi HB dan Ken Hoerie dengan mengusung  genre komedi romantis. Judul ‘Merpati dan Awan’ diambil dari gabungan dua nama tokoh utama komik ini, yakni Cory Merpati dan Awan Wijaya, keduanya pertama kali muncul pada tanggal 27 Maret 2019 di LINE Webtoon Challenge dengan total  3 episode komik. 

    Tokoh utama komik 'Merpati & Awan': Episode 1 
    (Sumber Gambar: Line Webtoon Challenge. 'Merpati & Awan'. 2019)

    ‘Hidupku bukan tragedi, hidupku perjuangan!’ Begitulah, komik ‘‘Merpati & Awan’ membuka tirainya dengan sebuah kutipan bijak yang  mungkin nantinya menjadi ‘nafas’ karya ini. Kisah romantis  ‘Merpati & Awan’ keseluruhan amat kocak, lucu, dan haru namun cukup layak untuk ditunggu setiap minggu. Penasaran dengan keseruan komik daring  ‘Merpati & Awan’? Yuk simak reviewnya sekarang juga!

    Kekuatannya? Komik ‘Merpati & Awan’ mempunyai kelebihan banyak materi lucu di setiap adegannya, baik secara rupa maupun kata. Berbagai karakter di komik ini, entah kenapa memiliki 1001 cara untuk membanyol dan membuat suasana komik  ‘Merpati & Awan’ menjadi segar, dengan tingkah laku ataupun celetukan-celetukannya. Misalnya, umpatan semacam ‘Dasar sambel Brambang asem!’ atau papan bilboard mos depan sekolah gambar ular kobra dengan caption ‘Kerad Juga Kau’. Menarik, dan it’s so funny, materi lokal yang terselip di setiap panelnya asik untuk dicermati. 

    Cory Merpati, Tokoh utawa wanita yang tangguh. 
    (Sumber Gambar: Line Webtoon Challenge. 'Merpati & Awan'. 2019)

    Cara Widi HB dalam menjalin cerita dan gambarnya dari satu adegan ke adegan lainnya juga cukup bagus. Walau cerita yang ditawarkan cukup generik, nyatanya berkat dukungan kesaktian Ken Hoerie, dua karakter sentral tersebut berhasil membentuk suatu chemistry unik dan hidup dengan sehidup-hidupnya di komik  ‘Merpati & Awan’.

    Kekurangannya? Secara umum komik ini sudah cukup bagus, namun tetap saja ada beberapa hal yang menjadi PR bagi pembuatnya. Hal yang membuat pembaca tidak nyaman adalah tata letak panel yang ruwet, penggunaan balon kata yang terlalu banyak, dan beberapa adegan dengan warna yang terlalu kontras mencolok mata. Tata letak panel untuk komik ini cukup berantakan di beberapa tempat, permasalahannya klasik, yaitu kebanyakan panel adegan. Komik yang tayang di ponsel pintar mempunyai aturan yang agak ‘berbeda’ dengan komik di buku/ majalah. 

    Awan Merpati, Tokoh utama pria yang angkuh.
    (Sumber Gambar: Line Webtoon Challenge. 'Merpati & Awan'. 2019)

    Tidak cukup dengan kebanyakan panel, kadangkala masih ditambah dengan balon kata dengan berjubel kalimat di sana-sini. Belum lagi permasalahan hal-hal teknis semacam perspektif, komposisi, dan proporsi gambar yang membentur komik  ‘Merpati & Awan’ di berbagai sudut. Oh iya, alur cerita paruh akhir episode 3 sepertinya agak terburu-buru dan sedikit dipaksakan. Well, jangan berkecil hati, apapun itu, membuat komik adalah proses ‘trial and error’ dan ‘learning by doing’!

    Peluangnya? Problem yang paling terlihat di komik  ‘Merpati & Awan’ adalah penataan panel yang tumpang tindih. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah itu tentu saja membuatnya lebih sederhana. Jika belum terlalu paham ‘aturan’ mainnya, cara sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan mempelajari karya komik daring milik orang lain. Kalau bisa yang nangkring menjadi jawara di platform komik daring tersebut. Hampir semua karya yang populer mempunyai banyak kemiripan dalam penataan panel. 

    Salah satu adegan yang kocak di komik  'Merpati & Awan'
    (Sumber Gambar: Line Webtoon Challenge. 'Merpati & Awan'. 2019)

    Bagaimana dengan warna yang terlalu mencolok? Boleh, namun untuk komik daring  dipertimbangkan lagi soal penggunaan ‘warna yang kontras’ demi kenyamanan pembaca. Tipsnya ialah belajar teori warna. Setiap genre biasanya memiliki kecenderungan palet warnanya masing-masing. Misalnya, komik horror biasanya didominasi palet warna yang suram dengan perpaduan warna yang kontras di beberapa sudut. Komik drama didominasi warna lembut namun cerah dengan permainan gradasi. Apakah hal tersebut sudah menjadi aturan main yang pakem? Tentu saja tidak, namun banyak kreator menggunakan aturan main tersebut. Terus soal perspektif, komposisi, dan proporsi gambar? Latihan dan terus latihan. Lhah kok gitu? Bukasu! 

    Hahaha Congrats, kerjasama antara Widi HB dan Ken Hoerie sukses dan membuat penulis review ini menunggu untuk episode  ‘Merpati & Awan’ selanjutnya!


    Mau membaca komik ‘Merpati & Awan’
    Silahkan main ke tautan ini: 'Merpati & Awan'


    Ingin komik/webtoon/ karya kamu direview? Silahkan kirim tautan karya kamu di kolom komentar.
    atau mensien saja pemilik website ini di: 

    Twitter & Instagram@mujixmujix
    Facebook: Mujiyono Sutarno

    Sampai jumpa di review karya selanjutnya

    Mujix
    Pentur, 03 Maret 2019
  • illustration: Dragon Ball








    Hey, I'm comic artist and illustator.
    I've worked with some client for many years.  

    If you interested with my work and want a commision or something
    please contact me in:

    Twitter: @mujixmujix
    Instagram: @mujixmujix
    Facebook: Mujiyono Sutarno

    Have a great trip in my website!


    Mujix
    Simo, 03 Mei 2019
  • Illustration: Cute Cats

















    Hey, I'm comic artist and illustator.
    I've worked with some client for many years.  

    If you interested with my work and want a commision or something
    please contact me in:

    Twitter: @mujixmujix
    Instagram: @mujixmujix
    Facebook: Mujiyono Sutarno

    Have a great trip in my website!


    Mujix
    Simo, 02 Mei 2019
  • Review: Memedi

    ‘Jangan baca sendiri jika merasa diri anda takut’, begitulah deskripsi dari komik daring berjudul ‘Memedi’. ‘Memedi’ adalah istilah bahasa Jawa yang biasa digunakan untuk menyebut ‘makhluk halus’ atau ‘hantu’. Komik horror karya Endario (atau Endar Novianto, nama yang sering ia pakai di beberapa komik cetaknya) ini telah berhasil mengumpulkan 5,8K subscriber di LINE Webtoon Challenge dengan 5 episode komik (atau 4 episode!?).  

    Komik Memedi  tayang pertama kali pada tanggal 6 Agustus 2016 dan terakhir diperbarui pada tanggal 16 Mei 2017. Umpatan seorang pengendara motor di malam hari, membuka tabir komik ‘Memedi’ kepada pembaca mengenai kisah-kisah mistis yang mengundang rasa keingintahuan di luar nalar. Benar-benar di luar nalar komik horror pada umumnya! Masa sih? Check this out!

    Tokoh utama komik Memedi: Episode 1 
    (Sumber Gambar: Line Webtoon Challenge. Memedi. 2019)

    Kekuatannya? Komik ini memiliki kelebihan yakni cara bertutur yang rapi. Banyak ditemui panel-panel beradegan dinamis di tiap episodenya, hal tersebut menandakan sang kreator memiliki skill bercerita yang baik melalui media komik. Terus apanya yang di luar nalar dari komik ‘Memedi’? Komik ini meninggalkan ‘pakem’ untuk menakuti para pembaca dengan ‘jump scare’ adegan ‘wajah rusak’ atau ‘ruangan berlumuran darah’ dan semacamnya. Ya, rasa takut yang dimunculkan komik ‘Memedi’ bersumber dari permainan adegan. Dan itu cukup menarik, apalagi adegan kemunculan setan perempuan di episode 2. 

    Secara rupa komik ini juga cukup bagus. Goresan yang sederhana serta pemilihan warna di komik ‘Memedi’  sudah berhasil mengantarkan pembaca  ke dimensi horor yang berbeda. Gokil bets, Mas Endario! Tempo berkomiknya sangat asyik! Dan hal tersebut diamini oleh komentar para subscriber yang kecanduan di tiap akhir episodenya!

    Salah satu adegan horror yang anti mainstream
    (Sumber Gambar: Line Webtoon Challenge. Memedi. 2019)

    Kelemahannya? Hal yang cukup mengganggu dari komik ini adalah beberapa plot cerita yang membingungkan. Misalnya di episode Memedi Sendu, cerita dan tempo berjalan naik dengan sangat bagus, namun menjelang episode ini berakhir, pembaca disuguhkan sebuah titik puncak adegan yang kurang jelas. Open ending itu bagus, namun ‘ending yang terlalu open’ juga kurang baik. 

    Hal lain yang menarik perhatian ialah, minimnya balon kata. Di sepanjang episode semua obrolan dilakukan dengan teks terbuka, tanpa adanya penanda dan pembatas, memunculkan pertanyaan ‘Apakah obrolan itu diucapkan? Dibatin’, ‘obrolan itu diucapkan oleh siapa’ atau ‘kenapa hanya pakai satu jenis huruf’. Dan satu lagi, bab 5 sangat menyebalkan. Please don’t do that again to your reader :’(


    Walau goresannya sederhana, komik ini memiliki sudut gambar yang komplit.
    (Sumber Gambar: Line Webtoon Challenge. Memedi. 2019)

    Peluangnya? Secara keseluruhan komik ‘Memedi’ sangat menyenangkan untuk dibaca. Cerita misteri selalu menjadi primadona di semua lapisan masyarakat. Pemilihan genre yang tepat adalah kekuatan mutlak (setelah karya yang bagus, tentu saja) untuk mendapatkan banyak penggemar. Permasalahan soal titik puncak adegan yang kurang jelas, bisa diatasi dengan penulisan naskah yang rapi, dimasak berulang-ulang, lalu dipanaskan kesekian kalinya menggunakan storyboard. Jika ingin dibuat ‘open ending’, setidaknya sudah diperkirakan ada berapa saja endingnya. Jangan terlalu banyak, kasihan pembaca yang tidak memiliki cukup banyak asupan nutrisi untuk menebak semua alternatif plot ending. 

    Salah satu tokoh tanpa nama yang kisahnya menggantung di bab 4
    (Sumber Gambar: Line Webtoon Challenge. Memedi. 2019)

    Jika dirasa menggunakan ‘balon kata’ mengganggu, setidaknya berilah penanda yang jelas, entah itu hanya sekedar perbadaan warna, perbedaan jenis huruf atau anak panah. Komik Memedi sudah memiliki konten yang menarik, pembaca yang loyal, dan tentu saja subcriber yang lumayan, yakin gak mau dilanjutin? Hehehe

    Mau membaca komik ‘Memedi’? 
    Silahkan main ke tautan ini: Memedi


    Ingin komik/webtoon/ karya kamu direview? Silahkan kirim tautan karya kamu di kolom komentar.
    atau mensien saja pemilik website ini di: 

    Twitter & Instagram@mujixmujix
    Facebook: Mujiyono Sutarno

    Sampai jumpa di review karya selanjutnya

    Mujix
    Simo, 20 April 2019
  • Review : Rio The Good Kid



    ‘Rio The Good Kid’  jika diartikan dalam bahasa Indonesia bisa bermakna,‘Rio Si Anak Baik’. Kisah ‘Rio The Good Kid’  dibuat oleh Fairy Demon sebagai penulis, dan Baradiza sebagai penggambar. Komik dibuka dengan langit senja berwarna  warna biru menuju jingga, indah sekali. Seakan menjadi pertanda bahwa  komik yang berjudul ‘Rio The Good Kid’ bakal jadi kisah yang mengharu biru. Dan seperti yang diduga, komik yang bisa kalian baca di LINE Webtoon Challenge ini menghadirkan cerita keseharian manis sebuah keluarga dramatis. Dramatis seperti apa sih? Silahkan baca sendiri ya.


    Tokoh bernama Lidya, ibu angkat Rio.
    (Sumber Gambar: Line Webtoon Challenge. Rio The Good Kid. 2019)

     
    Kekuatannya? prolog  yang dibuat Fairy Demon untuk chapter ini menarik. Sepertinya sang penulis bakal menawarkan komik bergenre slice of life  yang bersahaja. Tiga tokoh yakni Rio, Lidya, dan Orchi sudah hidup dengan sifatnya masing-masing. Dan itu bagus.  Desain karakter secara rupa dan pewarnaan komik ini menyenangkan sekali. Gaya gambar Baradiza  yang kartunal nan empuk ala serial animasi amerika juga sangat kental dan membuat karya ini layak untuk diapresiasi. Perpaduan kalimat dan gambarnya seru! Goodjob banget Fairy Demon dan Baradiza!


    Tokoh Orchi bernama Orchi, juga ibu angkat Rio.
    (Sumber Gambar: Line Webtoon Challenge. Rio The Good Kid. 2019)


    Kelemahannya?  Komik ini terbit pada tanggal 19 November 2018, dan baru nongol satu episode hingga hari ini. Latar belakang waktu dan tempat dimana dunia komik ini sepertinya memang  kurang  jelas (atau belum!?), yang pasti sebuah perkotaan di masa sekarang. Dari sudut pandang pembaca, komik ini belum membuat pembaca kecanduan. Entah karena humor yang kurang, atau dari premis cerita soal Rio yang katanya ‘Good Kid’ namun belum jelas ‘baik’-nya dimana. Oh iya, satu lagi, tata letak komiknya di beberapa bagian terlalu ramai dan padat.

    Peluangnya? Di bab selanjutnya pasti bakal asyik, jika para kreator bisa memberikan ruang untuk tertawa kepada pembaca. Entah melalui joke lucu atau adegan goblok di beberapa panel. Bisa juga memancing rasa penasaran di akhir episode dengan pemotongan adegan yang tepat, dan mungkin ditambah beberapa panel kosong atau jeda antar adegan yang agak lebar, agar pembaca bisa sedikit beristirahat.  

    Tokoh bernama Rio, Karakter utama komik ini.
    (Sumber Gambar: Line Webtoon Challenge. Rio The Good Kid. 2019)

    Penggalan kalimat dari komik ‘Rio The Good Kid’  yang paling nendang dan membuat trenyuh adalah ‘Rumah adalah tempat dimana ibumu berada. ‘Rumah’ dan ‘Ibu’, hei, Premis yang menarik, kalian sudah punya dua ‘senjata’ ampuh untuk mengaduk-aduk perasaan pembaca, lho! Can’t wait the next episode from ‘Rio The Good Kid’ series. 

    Mau membaca komik ‘Rio The Good Kid’? 
    Silahkan main ke tautan ini: Rio The Good Kid

    Ingin komik/webtoon/ karya kamu direview? Silahkan kirim tautan karya kamu di kolom komentar.
    atau mensien saja pemilik website ini di: 

    Twitter: @mujixmujix
    Instagram: @mujixmujix
    Facebook: Mujiyono Sutarno

    Sampai jumpa di review karya selanjutnya.


    Mujix
    Simo, 12 April 2019
  • Comic: Old Friend
















    Ingin terhubung, berkenalan, atau sekedar bertukar cerita dengan pembuat komik Old Friend?
    Silahkan kontak dia di:

    Twitter: @mujixmujix
    Instagram: @mujixmujix
    Facebook: Mujiyono Sutarno

    Sampai jumpa di komik berikutnya.

    Mujix
    Simo, 22 Maret 2019

  • Kutipan Dari Komiknya Mujix

    “Kebahagiaan itu bukan dicari, tapi diciptakan!” ― Galih Suryapradja, Proposal Untuk Presiden

    Search This Blog

    Powered by Blogger.

    ADDRESS

    Karang,RT/RW: 16/IV, Pentur, Simo, Boyolali, Jawa Tengah, 57377

    EMAIL

    mujix@rocketmail.com